Sunnah ialah perkataan-perkataan Rasulullah,
perbuatan -perbuatannya, dan taqrirnya (perkataan dan perbuatan orang lain yang
diucapkan atau dilakukan dihadapan Rasulullah dimana beliau bersikap diam tanpa
reaksi).
Rasulullah melarang mencatat hadits-hadits itu
dimasanya karena beliau khawatir akan bercampur aduk dengan catatan Al-Quran
yang sedang diturunkan oleh Allah.
Ada sekitar 114.000 orang sahabat yang menerima
hadits dari Rasulullah, Sebagai contoh Abu Hurairah hafal 5375 buah hadits
tanpa catatan, Siti Aisyah istri Nabi hafal 2210, Jabir bin Abdillah dan Abdullah bin Abbas
masing-masing hafal lebih dari 1500 hadits. Karena Al-Quran telah selesai
dibukukan pada zaman khalifah Usman bin Affan, maka pada masa kekhalifan Umar
bin Abdul Aziz tidak ada alasan lagi untuk tidak boleh menuliskan hadits Nabi.
Oleh karena itu ia mengambil inisiatif untuk mengodifikasikan hadits.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H) menganggap
perlu adanya penghimpunan dan pembukuan hadits, karena beliau khawatir
lenyapnya ajaran-ajaran nabi setelah wafatnya para ulama, baik dikalangan
sahabat maupun tabi'in, oleh karena itu beliau intruksikan kepada gubernur di
seluruh wilayah negeri Islam agar para ulama menghimpun dan membukukan hadits.
Beberapa perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Kepada gubernur madinah Abu Bakar bin Hazmi
"Telitilah hadits Rasulullah, kemudian
tuliskanlah, karena saya khawatir terhadap pelajaran ilmu pengetahuan, sedang
ulama tak ada lagi"
Khalifah mengirim surat ke seluruh pelosok
"Perhatikanlah oleh kamu semua hadits
Rasulullah, kemudian himpunkanlah hadits itu."
Berdasarkan ahli sejarah dan ulama berkesimpulan
bahwa Ibnu Asy-Syihab Az-Zuhri adalah orang pertama yang mengodifikasikan
hadits pada awal tahun 100 H di bawah kepemimpinan khalifah Umar bin Abdul
Aziz. Ia menghimpun hadits secara formal dan menyeluruh atas instruksi khalifah
Umar bin Abdul Aziz.
Tokoh-tokoh ahli hadits
Imam Bukhary (194-256 H) sebagai doktornya hadits
berhasil mengumpulkan sebanyak 600.000 hadits dalam kurun waktu 16 tahun,
didapat dari 1080 orang ulama hadits, ada 7275 yang shahih, dan 4000 yang
berulang. Tokoh lainnya yaitu : Muslim, Abu daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah,
Ahmad, dan Imam Malik ra.
Akhir dari Penjelasan penghimpunan hadits ini
ialah, Rasulullah pernah bersabda dalam
do'anya
"Ya Allah, berilah rahmat karunia-Mu kepada
khalifahku! Yaitu mereka yang datang
sepeninggalanku, meriwayatkan hadits-haditsku, dan mengajarkannya kepada umat
manusia. "
Komentar
Posting Komentar