BAB
I
PENDAHULUAN
Seno Gumira Ajidarma ialah seorang
sastrawan indonesia yang lahir di Boston, Amerika Serikat pada 19 Juni 1958.
Seno terlahir dari pasangan Sastroamidjodjo dan Poestika Kusuma Sujana. Pria
yang pernah mengenyam pendidikan di institut kesenia jakarta ini telah memiliki
banyak karya, diantarnya adalah Atas Nama Malam, Sang Buronan, Sepotng Senja
Untuk Pacarku, Bila Tak Berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi Di
Kamar Mandi, dan Negeri Senja. Dia menjadi penulis cerpen karena ingin mengikuti
jejak seorang seniman yang bernama Rendra. Yang santai, bisa bicara, nyentrik,
dan rambut bleh gondrong. Dan cerpennya pelajaran mengarang terpilih sebagai
cerpen terbaik di Kompas pada tahun 1993.
Sepotong senja untuk pacarku, cerpen
karya Seno Gumira Ajidarma ini diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama
pada 13 Pebruari 2016. cerpen ini mengisahkan perjuangan cinta seorang lelaki
yang bernama sukap kepada alina. Cerpen yang memiliki genre roman fantasi ini
sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam. Karena memiliki ragam gaya bahasa, sudut
pandang penokohan, alur, latar tempat,dan waktu yang layak untuk bedah. Oleh
karena itu dalam pembedahan cerpen secara singkat ini akan mengupas terkait
gaya bahasa, sudut pandang penokohan, alur, latar tempat, dan waktu.
BAB II
ISI
1. Sinopsis
Seorang lelaki yang ingin mengirimkan sepotong
senja kepada wanita yang dicintai bernama alina. Senja dipilihnya karena untuk
mengungkapkan rasa cinta tidak lah harus selalu dengan kata-kata, yang
menurutnya sudah lah tiada berarti. Oleh karena itu diambil lah sepotong senja
di suatu pantai yang indah sebagai suatu hal yang berbeda. Namun, usahanya
untuk mengambil dan memberikan senja itu tak semulus sebagaimana rasa cintanya.
Ia harus dikejar polisi dan masyarakat yang gaduh karena kehilangan senja.
Dalam pelariannya ia bertemu dengan seorang gelandangan, gelandangan itu
menyuruhnya agar bersembunyi di bawah gorong-gorong. Berada di gorong-gorong
yang gelap mengantarkannya pada titik cahaya, ia mendapati tempat yang sama
dimana ia mengambil senja. Lalu diambilnya senja itu, pergi meninggalkan
gorong-gorong, dan naik ke bumi. Sesudahnya kembali, keadaan telah membaik,
bahkan sangat membaik. Ia pun pergi ke pantai pertama dan mengembalikan senja
yang didapatnya di gorong-gorong. sedangkan senja yang ia dapat di pantai
pertama dikirimkannya lewat pos kepada alina. Terakhir ia menyampaikan agar
alina menjaga senja itu sebaik mungkin.
2. Gaya bahasa
Dalam cerpen ini dominan menggunakan
bahasa kiasan. Kamus besar bahasa indonesia mengartikan "kias"
sebagai perbandingan (persamaan)1. sedangkan kiasan atau majas
metafora adalah perbandingan yang diimplisit jadi tanpa kata, seperti atau
sebagai dua hal yang berbeda2. senja sebagai suatu objek yang diharapkan
mewakili bentuk rasa cinta tokoh aku kepada alina yang dikirimnya melalui pos.
Majas alegori yaitu gaya bahasa untuk
mengungkapkan suatu hal melalui kiasan. Majas ini terdapat dalam cerpen,
mengutip dari kalimat "semua itu memang tidak perlu, senja yang bergetar
melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu
sendiri melihat semua itu."
Dalam cerpen ini juga terdapat gaya
bahasa personifikasi. Personifikasi adalah jenis majas yang melelatkan
sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide-ide yang abstrak.3
dalam cerpen ini majas personifikasi seperti pada kalimat "memandang
bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku"
Dan masih banyak gaya bahasa lainnya yang mungkin tidak dapat
saya sampaikan.
3. Sudut pandang dan penokohan
Tokoh aku dalam cerpen ini sebagai
orang pertama yang tidak dicantumkan namanya. Sosok lelaki yang memiliki
karakter berani, tulus, dan romantis. Sebagaimana dapat diketahui pada beberapa
potongan kalimat. Sebagai contohnya adalah "ku kirimkan sepotong senja
untukmu alina, bukan kata-kata" dan "ku kebut mobilku tanpa perasaan
panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu, dan hanya untukmu
alina."
Alina pada bagian akhir cerita
digambarkan sebagai sosok wanita yang manis dan sangat dicintai lelaki
tersebut. Namun tidak diketahui bagaimana sifat atau karakter dari alina
dikarenakan alina hanya sebagai seseorang yang akan menerima surat berisi
sepotong senja tersebut.
1.
Aplikasi yufid KBBI
2.
Aleka & H achmad, Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi
(PT Kencana Prenada: Jakarta, 2010) cet 1 hlm 237
3.
Aleka & H achmad, Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi
(PT Kencana Prenada: Jakarta, 2010) cet 1 hlm 237
4. Alur
Alur yang digunakan pada cerita ini adalah
campuran. Bearawal dari seorang lelaki yang hendak mengirimkan surat berisi
sepotong senja pada wanita yang ia cintai. Lalu alur menjadi mundur saat lelaki
itu menceritakan perjuangannya untuk mendapatkan senja. Setelah cerita selesai,
alur kembali maju setelah lelaki itu mengirimkan surat melalui pos dan berpesan
agar alina menjaga senja itu dengan baik.
5. Latar tempat
Dalam cerita
penulis menyajikan peralihan tempat yang begitu cepat, dari tempat yang satu ke
tempat yang lainnya. Tempat digambarkan dengan suasana yang berbeda dan unik.
Seperti pantai yang indah, gorong-gorong yang gelap dan bau, pemukiman kumuh,
perkotaan, dan pantai yang kosong. Semua di ceritakan tersusun rapih mengikuti
jalannya cerita. Pemilihan tempat dikombinasikan dengan pas, sehingga membuat
jalan cerita menjadi asyik.
6. Latar waktu
Waktu disini
sudah jelas menunjukan senja atau waktu matahari mulai terbenam.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Secara penulisan, cerita dikemas
dengan menarik. Yang paling menyolok ialah ragam gaya bahasa pada cerita.
Kronologi ditata secara rapih sehingga pembaca begitu antusias mengikuti jalan
cerita yang dibalut dengan genre roman fantasi membuat cerita menjadi tidak
membosankan. Adakalanya pembaca merasakan keromantisan dari tokoh aku, dan
merasakan fantasi saat mengikuti perjalanan tokoh aku untuk mendapatkan senja.
Secara keseluruhan cerita, kesimpulannya adalah seorang lelaki yang ingin
mengungkapkan rasa cinta, kerinduan, dan harapan yaitu berupa berupa sepotong
senja yang dikirimnya melalui pos untuk wanita yang dicintainya.
2. Hikamah dan manfaat
Dari segi penulisan : 1.Mengerti ragam gaya bahasa.
2.
Menata jalan cerita agar mengesankan bagi pembaca
3.
Mengerti bentuk penokohan pada cerita
4.
Memperluas pengetahuan
Dari segi cerita : Pengorbanan, melakukan sesuatu yang tidak
biasa sebagai bentuk
perjuangan kepada orang yang sangat dicintai.
3. Saran dan Penutup
Menyadari penulis masih
jauh dari kata sempurna, penulis memohon maaf apabila ada kekurangan dalam
penulisan. Penulis berharap adanya kritikan berupa saran dari pembaca.
Demikianlah sedikit pembahasan terkait pembedahan cerpen yang telah penulis
lakukan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca, dan khususnya juga bagi penulis
sebagai modal pengetahuan untuk dikembangkan kedepannya. Sekian yang dapat
penulis sampaikan, akhir kata penulis mengucapkan terimakasih.
Komentar
Posting Komentar