Kolase Sebuah Perjalanan Yang Tak Usang
(Adnan Toyib)
(Foto oleh : Adnan Toyib)
Menyambut
langkah nyata
“Tik Tuk” Bunyi notifikasi Line, salah satu aplikasi jejaring
sosial yang dominan dimainkan generasi milenial. Saat itu saya membuka grup
jurusan KPI 2016, seperti biasa kalau sudah ada sesuatu pengumuman penting
pasti satu angkatan pada heboh. Yup, ternyata inilah yang mungkin ditunggu oleh
rata-rata mahasiswa/i semester 6 akhir, salah satunya adalah saya Adnan Toyib
mahasiswa komunikasi, sudah tidak aktif berorganisasi karena berambisi untuk
cepat wisuda. Pengumuman tersebut adalah terkait pendaftaran
keikutsertaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ternyata sudah bisa diisi. Menarik
memang, karena setelah 3 tahun kuliah saya akan benar-benar merasakan bahwa
ilmu yang saya dapatkan selama perkuliahan bisa saya tanamkan kepada masyarakat
di desa tempat saya melaksanakan KKN nanti. Kalimat sebelumnya adalah salah
satu dari sekian banyak alasan yang memotivasi saya bahwa tidak akan ada banyak
pengaruh negatif yang dapat menghambat saya mengikuti program spesial dari
Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, konon
benar adanya mencakup 3 Sistem Kredit Semester (SKS) di jurusan saya. Rentetan
waktu untuk menyambut langkah nyata, setiap saatnya selalu ada pengumuman
terbaru dari PPM terkait KKN tahun 2019. Seiringan itu pula saya mulai
mematangkan diri bahwa tujuan saya
mengikuti KKN bukan hanya sekedar persoalan akademik, apalagi menemukan cinta
sejati, dan wisata bersama setelahnya. Persoalan lebih dalam lagi saya harus
menjadi seorang mahasiswa yang kritis terhadap keadaan di sekitar lokasi KKN
nanti.
Jurusan komunikasi bisa apasih?
Terlintas dalam benak pikiran dan tidak sulit bagi saya untuk menemukan
kompetensi yang bisa disalurkan dari bidang ini. Melek terhadap isu atau gejala
sosial yang terbaru itu harus banget, iya dong. Ngomong-ngomong soal yang
barusan tersebut kayaknya bagus nih kalau mengadakan Seminar Literasi Media,
bukan muncul secara tiba-tiba tapi sesungguhnya ide tersebut juga ada pengaruh
dari dosen di jurusan yang berharap mahasiswa/i komunikasi harus bisa
mengedukasi masyarakat terkait media. Pada akhirnya saya menemukan jati diri
sebagai mahasiswa komunikasi yang memiliki kompetensi dalam bidang public speaking, multi media dan broadcasting,
dan beberapa kompetensi lainnya. Lantas saya tidak mau membuang kesempatan untuk
melaksanakannya, di lokasi KKN saya akan mengadakan program kerja yang
berhubungan dengan media dan topik yang sedang naik daun dalam perbincangan
publik, yaitu Seminar Literasi Media dengan tema “Peran Masyarakat Dalam
Menangkal Isu Hoaks di Media”. Hal tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi
saya dalam ragka menyambut langkah nyata. Langkah nyata sebagai mahasiswa
komunikasi bukan hanya itu, banyak hal yang tidak kalah penting yang mungkin
saya akan lakukan dari awal hingga akhir pelaksanaan KKN di antaranya mengajar
anak-anak desa dalam menuntaskan pekerjaan rumah (PR), melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang akan diadakan sesuai kesepakatan kelompok, ikut serta
dalam menyukseskan berbagai acara di desa setempat, dan sebagainya.
Berbagai cara pandang setiap
mahasiswa terkait KKN yang katanya bakal banyak drama-drama seru di tiap
kelompoknya terutama terkait Cinta Lokasi (Cinlok), benarkah? Ah, saya
berpandangan bahwa dari awal pelaksanaan akan banyak pengumuman penting terkait
pelaksanaan lalu hingga pelaksanaan tiba saya akan sibuk untuk mempersiapkan
diri baik fisik, mental, materi, dan sebagainya. Selain itu karena
pelaksanaannya berkelompok maka saya juga harus siap dengan teman-teman
kelompok, beberapa manusia keturunan Nabi Adam as dan Siti Hawa yang berbeda
karakter yang mana saya harus menyesuaikan diri dan cepat berdaptasi dengan
mereka. Di dalam kelompok pun pasti akan mendapatkan banyak tugas yang harus
diemban sampai akhir pelaksanaan. Hingga tiba pelaksanaan semua akan berjalan
secara beriringan, ada yang usai, sedang, dan akan dilakukan. Beberapa
mahasiswa mungkin tidak menyukai banyak beban pekerjaan di KKN dan akan
berpikir bahwa pelaksanaan KKN bagai memasuki gua sempit dengan tumpukan bebatuan.
Tapi bagi saya, ini adalah sebuah tantangan agar dapat menjadi pribadi yang matang
dalam menyelesaikan tugas dan akan ada banyak hal tak terduga yang bisa
mendewasakan diri nantinya. Hingga tiba saat untuk menyelesaikan tugas selama
satu bulan yang akan terjadi adalah seperti yang sedang saya lakukan sekarang
ini, sibuk dengan laporan akhir, merangkai kata agar pas dan asyik untuk
dibaca. Tentang laporan akhir sesungguhnya saya sudah dengar dari bisik-bisik
kakak tingkat yang sudah seperti narasumber tak diundang cerita panjang lebar
terkait KKN, akan tetapi merekalah ladang informasi terikhlas meski demikian
kebanyakan dari mereka mengeluh soal laporan akhir yang tak kunjung usai. Seberat
itukah laporan akhir? Kayaknya enggak deh.
Menyambut langkah nyata, walaupun
perjalanan ini akan dilakukan jauh dari keluarga tentu akan menimbulkan rasa
kangen, terlebih saya bukan mahasiswa perantauan. Namun begitu dengan keinginan
dan tekad kuat untuk mendapat nilai A di penilaian AIS, maksud saya untuk
memberikan pengabdian terbaik pada masyarakat di lokasi KKN, langkah nyata ini
harus di sambut. Dengan demikian semua hal terbaik akan berjalan secara
beriringan. Sampai pada waktu dimana saya akan menceritakan pengalaman itu
layaknya narasumber yang tak diundang. Apa iya? Kayaknya mau fokus skripsi
dulu, cerita-ceritanya pas sudah lulus aja.
Lain keluarga lain cerita
Kelompok KKN
SENADA 186 terdiri dari manusia-manusia yang mulanya asing menjadi bising. Perbedaan
karakter, keragaman suku, sampai sepertinya ada yang berasal dari dimensi lain.
Dinamakan SENADA kepanjangan dari SEkelompok peNgabdi DesA digagas oleh salah satu
teman bernama Robith. Kelompok saya terdiri dari 16 mahasiwa, pada awalnya 18
namun 2 orang berhasil mendapatkan KKN Bersama dan Internasional, ahh kenapa
bukan saya. Meski demikian mereka adalah orang-orang yang patut diapresiasi
kebisingannya, karena selain menghibur terkadang isi celotehan mereka bisa
dijadikan referensi untuk bahan gurauan. Saya begitu senang sebulan bersama
dengan mereka, bukan hanya jago dalam canda tapi juga mau diajak bekerjasama
dengan baik, walaupun kadang rasa jenuh dari tiap individu ada akan tetapi hal
tersebut tidak menghalangi dalam menyukseskan banyak program yang dibuat.
Berbicara soal aset, dengan
jumlah anggota yang cukup banyak tentu hal tersebut dapat menambah baik
pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandang saya dalam segala hal. Beberapa
teman saya sering menggunakan bahasa daerah mereka dalam merepresentasikan
dirinya, kadang pula mereka tak canggung menggunakan bahasa daerah untuk memenuhi
kebutuhan komunikasi interpersonalnya. Bahkan sangat beruntung jika ada teman
yang mahir menggunakan bahasa sunda, karena saya mendapat lokasi KKN di
Rawakidang penggunaan bahasa sunda sangat penting untuk mempermudah dalam
berkomunikasi dengan masyarakat, apalagi dalam kebutuhan bertransaksi meskipun
harga sandang, pangan, papan, dan paketan sama saja seperti di Ciputat. Kelompok KKN SENADA 186 terdiri dari mahasiswa
berbeda jurusan, dari perbedaan jurusan ini terkadang ada sesuatu yang dapat
dibagikan. Saya pernah mendapati teman kelompok saya yang berasal dari jurusan
kimia melakukan eksperimen yang belum pernah saya lakukan selama jadi mahasiswa
komunikasi, ya iya lah. Selain itu pengetahuan keislaman dan teman-teman yang
berakhlaqul karimah juga merupakan aset yang berharga karena adanya mereka
bagaikan alarm keimanan bagi saya. Di awal tinggal satu atap bersama mereka
saya layaknya hidup di pondok pesantren padahal saya tidak pernah merasakan hal
serupa sebelumnya.
Apakah bisa dikatakan keluarga
jika saya tidak dapat menjabarkan sisi konyol dan menjengkelkan teman kelompok
saya satu persatu yang saya berikan sebutan member. Beberapa member mungkin
masih mengandung unsur logis untuk diceritakan, namun untuk beberapa member
menceritakan mereka dengan nalar sungguh tidak tepat. Baiklah saya akan
memulainya dari ketua-an, namanya Izhar Faqih dalam kesehariannya dia masih
logis karena hidup seperti manusia pada umumnya. Faqih adalah ketua kelompok
KKN SENADA 186 yang kelihatan apik, bertanggung jawab, dan lumayan rajin.
Lelaki berbadan gembul ini bercita-cita menjadi seorang TNI oleh karena itu ia
bertekad untuk melakukan diet ekstra pedas. Berikutnya adalah sekretaris 1 yang
dijabat oleh wanita impian sejuta umat kehadirannya di Bumi dikarenakan
selendangnya yang tertukar ketika mandi di sungai di Rawakidang. Dia adalah Bilqis
Salsabila seorang mahasiswi bergenre kolosal yang menjadi bulan-bulanan forum
diskusi julid KKN SENADA 186 meskipun demikian Bilqis adalah orang yang rela
berkorban, rajin, dan aktif dalam kelompok. Lanjut saya akan menceritakan
peserta lainnya yaitu Tiffani yang menangani bagian sekretaris 2, mulanya saya
pikir dia adalah salah satu member SNSD namun lama kelamaan saya rasa dia
adalah pemeran dalam film barat,
kira-kira ada yang mau tau gak? Mau tau banget? Kamu bisa menghubungi
narasumber di nomor 782826969. Salah
satu member SENADA ini ialah wanita yang kerap begadang, namun hal tersebut
tidak menjadi alasan yang membuatnya malas bangun pagi. Dalam kesehariannya ia
tetap rajin, pandai masak, dan asyik diajak ngobrol mungkin karena dia
tergabung dalam forum diskusi julid. Elma atau biasa dipanggil encih, mahasiswi
keturunan betawi keras ini ialah bendahara yang cukup loyal untuk urusan
keuangan. Sosok perempuan berparas oriental dan memiliki susunan acara ketika
mandi membuat kehadirannya ditunggu-tunggu oleh member lain untuk segera
menyelesaikan acara yang dilangsungkan di kamar mandi. Namun begitu Elma rajin
dalam urusan kebersihan. Divisi Humas diemban oleh Robith pria Cilacap yang rajin
dalam urusan ibadah. Ia memang aktif dalam kegiatan rohani Islam sebab itu ia
berperawakan tenang. Robith ialah member yang normal untuk dibicarakan meski ia
kerap disapa Aladdin karena peci yang dikenakannya. Jepriadi Harahap, dilihat
dari nama belakangnya jelas sekali bahwa pria ini keturunan batak. Yup, apakah
semua orang batak bersuara lantang? Pasalnya hal tersebut juga berlaku pada
member berbodi limosin ini. Koordinator divisi acara yang hobi bangun siang ini
suka menyanyi loh. Sisi lain darinya ialah asyik untuk diajak bercanda dan
loyal terhadap makanan karena dia juga suka memakan makanan member lain
terutama makanan milik kembarannya, Ibnu. Anggota divisi acara yang juga
merupakan anggota forum diskusi julid SENADA 186 ialah Indra, kels adalah nama
panggilan di kelompok. Jika baru mengenalnya mungkin akan berpandangan bahwa
dia pria eksotis beriklim tropis , dia juga ternyata orang yang cukup kreatif.
Anggota divisi acara satu ini mungkin terlihat keras dari member wanita lain
tapi sesungguhnya ia lunak selunak hatinya yang sebenarnya gampang tersentuh,
tapi kalo masalah cinta gak tau deh dia gampang bawa perasaan gak ya?. Endah
adalah mahasiswi jurusan akuntansi yang tinggal di Pamulang, ia juga merupakan member wanita yang mudah
bersosialisasi khususnya dengan anak-anak. Nufus atau mpus begitu cara
memanggilnya, dari daftar putar lagu-lagu yang ia miliki menunjukkan kalau dia
mahasiswi sastra arab banget. Bayangkan selagi piket bersamanya dan dia
menyetel musik, saya merasa seperti sedang memasak di Arab. Saatnya saya
memperkenalkan member yang bertugas sebagai koordinator konsumsi, Indri
namanya, perempuan yang akrab disapa Dems, ia cocok bermain lenong karena
perawakannya mendukung sekali. Pada kesehariannya Indri orang yang asyik untuk
diajak bergaul mungkin karena dia juga merupakan anggota forum diskusi julid
SENADA 186. Anggota divisi konsumsi bernama Yuni Yuningsih, member wanita yang
paling syar’i busananya, awalnya saya berpikir ia terlihat seperti pemeran film
barat, apa ya? Hmm Coba pikirin dulu. Namun sebagaimana umumnya mahasiswi
Dirasat Islamiyah Yuni memang rajin dalam hal beribadah, keberadaannya membuat selama
awal KKN dan hidup satu atap, Yuni bagaikan alarm keimanan bagi saya. Oleh
karena itu ia sering disebut sebagai umi kadang ukhti. Alifa perempuan
bergingsul, cukup normal bagi saya untuk menjabarkan Alifa karena selain tidak
banyak berbicara, setiap tingkah dari Alifa bisa dikatakan normal seperti
manusia pada umumnya. Akan tetapi kayaknya dia menyembunyikan sesuatu terkhusus
dalam hal tertawa, apa tuh?. Doyok adalah sapaan akrab dari Fajar Agustian
Widasana, mahasiswa jurusan studi agama-agama ini sepertinya pendiri forum
diskusi julid SENADA 186. Pria paling jangkung diantara member lain ini punya
hobi main PES, Doyok ialah koordinator peralatan dan keamanan yang dapat
diandalkan. Dilihat dari sisi positif karakternya, Doyok cocok menjadi jodoh
dari bulan-bulanan gosipnya, siapa lagi kalau bukan Bilqis. Satu-satuya anggota
divisi peralatan dan keamanan adalah Ibnu, mahasiswa jurusan kimia yang suka
membaca buku tentang saham, sungguh aneh. Berkat senang membaca buku tentang
saham, ia memiliki cita-cita menjadi seorang investor entah di perusahaan
apapun itu. Ibnu memiliki kesamaan dengan Jepri yaitu hobi tidur perbedaanya
Ibnu lebih giat bangun pagi. Terakhir adalah Tika anggota saya di divisi PDD,
Tika memang pendiam di dalam kehidupan nyata, kalau sudah di hubungi melalui
pesan singkat Tika adalah wanita yang asyik diajak berkomunikasi. Sepengawasan
saya sebagai koordinator di PDD, Tika anggota yang cukup rajin dan mau belajar
hal tersebut dikarenakan konsep dan hasil desain yang semakin berkembang. Saya
berharap semoga Tika semakin mantap dalam bidang ini meski ia berkuliah di
jurusan pendidikan kimia. Semangat Tika, jangan lupa untuk belajar memasak dan
jadi wanita yang rajin ya!
Bercerita mengenai kekompakan, ada
satu kisah yang akan saya sampaikan yaitu ketika saya mengikuti turnamen
bulutangkis bersama warga kampung pabuaran. Saya bermain ganda bersama Jepri,
saat itu teman sekelompok yang hadir dan menonton pertandingan sangat kompak
dan bersemangat menyokong walaupun pada akhirnya saya dan jepri kalah, tetapi
berkat dukungan dari teman sekelompok saya mengerti tentang bagaimana rasanya
didukung kompak meskipun saya memiliki kekurangan dalam menghadapi turnamen
ini.
Simfoni di utara Tangerang
Survey lagi
survey lokasi terus, saya merasa jenuh jika harus mengendarai motor sejauh 52
KM dari rumah saya. Lokasi rumah saya yang berada di wilayah strategis utamanya
menjadi alasan yang membuat saya betah dan malas meninggalkan rumah 1 bulan
lamanya. Bising dan hiruk pikuk aktivitas di
ibu kota yang membuat saya terkadang bosan dan jenuh, ingin rasanya
mengasingkan diri dari suasana tersebut. Apalagi saat survey pertama saya
mendapatkan suasana yang cukup nyaman di
sana. Ketenangan, pepohonan nyiur berdesus beriringan dengan hijaunya hamparan
padi bak simfoni di utara Tangerang.
Sebulan di Rawakidang ternyata
bukan menjadi suatu hal yang membosankan. Kondisi alam di sini cukup mendukung
bagi saya untuk relaksasi selain menyukseskan kegiatan-kegiatan KKN. Sungai
yang menjalar di antara pematang sawah dan jalan raya menjadi ciri yang melekat
di Rawakidang. Soal kondisi lingkungan menurut saya di desa ini terbilang baik.
Akses jalan mulus adalah suatu bagian yang saya apresiasi dari desa ini. Selain
itu terdapat lapangan bulutangkis oleh karena itu saya senang dan betah di
sini, hobi tersalurkan KKN tetap jalan. Bukan hanya bulutangkis, di desa ini
juga terdapat lapangan voli dan tempat berolah raga lainnya. Beberapa warga
juga sangat aktif dalam berolah raga. Di dekat lokasi kelompok saya tinggal
khususnya di Kampung Pabuaran terdapat 1 masjid dan 1 mushola yang cukup layak
sehingga warga setempat tidak perlu khawatir untuk beribadah. Warga bisa
melaksanakan acara-acara kegamaan dengan kondisi sarana yang mendukung.
Anak-anak juga dapat mengaji di 2 TPA terdekat yaitu Al-Aluf dan Al-Quro’. TPA
ini biasa beroperasi mulai jam 2 siang dengan tenaga pengajar yang cukup
mendukung. Di sini terdapat beberapa
warung sembako untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.
Kondisi sosial di desa
Rawakidang dapat dikatakan terkontrol dengan baik. Warga di sekitar lingkungan
sangat ramah, beberapa dari mereka terkhusus ibu-ibu sering memberikan makanan
ke tempat kelompok saya tinggal. Terutama ibu kang Fahmi, Ibu kost, dan nenek
di samping rumah. Bapak-bapak yang asyik untuk diajak bersosialisasi. Beberapa
dari mereka sangat aktif melakukan olah raga salah satunya Kang Akong begitu
sebutannya. Bapak yang satu ini suka mengajak saya untuk bermain bulu tangkis.
Pemuda di sini sangat menghibur karena banyolan yang suka dilontarkan memang
lucu. Anak-anak sopan santun, ramah, dan aktif mengikuti pengajian. Hal
tersebut terbukti saat KKN SENADA melaksanakan kegiatan Gebyar Islami mereka
memiliki antusiasme yang tinggi, Saya pun pernah mendapatkan kado spesial dari
seorang anak perempuan bernama Iis, isi dari kado tersebut adalah boneka dan
gantungan kunci, unchh. Anak-anak sangat senang datang ke tempat tinggal,
umumnya mereka meminta bantuan untuk mengerjakan PR atau sekedar bermain-main. Soal
keamanan di Rawakidang terbilang aman, jadi saya tidak perlu khawatir masalah
ini.
Acara-acara yang kelompok saya
lakukan berjalan lancar, rahasianya adalah kepedulian dari banyak aparatur desa
yang mempermudah segala urusan selama pelaksanaan KKN. Ada pak Warta selaku PLT
Kepala Desa yang siap dan rajin datang ke kantor. Ada pak Tajudin (Kepala
Desa beserta keluarga yang baik dan ramah, terima kasih atas akses wifi dan
lainnya. Kang Riki staff desa yang baik dan mau bergaul dengan kelompok KKN SENADA.
Berikutnya ialah 2 orang yang sungguh membuat saya dan teman-teman harus banyak
berterima kasih, mereka adalah Kang Fahmi selaku sekretaris desa dan Kang
Bustanus selaku staff desa. Tiada 2 sosok tersebut mungkin kegiatan baik yang
besar ataupun yang kecil tidak berjalan lancar sedemikian. Bukan hanya banyak
membantu soal perizinan, tapi mereka juga banyak membantu dari segi materi,
waktu, bahkan tenaga. Mereka juga tidak membatasi hubungan, interaksi kelompok
dengan mereka layaknya teman sepergaulan. Rawakidang memiliki staff desa sebaik
mereka merupakan suatu nilai lebih.
Kehangatan yang sangat saya
rasakan ketika di sini adalah ketika menghadiri selametan menyambut Idul Adha
dengan ciri khas Rawakidang. Setiap warga akan datang ke rumah-rumah dalam satu
blok keluarga besar untuk saling bersila dan mengucapkan doa-doa. Setelahnya
setiap warga yang hadir harus membawa makanan yang tersedia ke dalam besek.
Sungguh ini merupakan budaya yang menghangatkan dan mempererat tali silaturahmi
antar warga. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada budaya yang
patut dilestarikan dan dijadikan contoh.
Kelak Tuhan berkenan
Apa
yang kamu bayangkan ketika harus melepas rasa cinta kala hati sedang mekar
dengan indahnya? Haruskah cinta ini hanya singgah dan menyisakan kerinduan?.
Semua yang telah saya jalani akan
menjadi cerita dan kenangan, bayang-bayang, hal nyata yang menyemu segalanya
telah menjadi takdir Tuhan. Terkadang saya suka berpikir bahwa hidup ini
seperti sebuah kolase yang membentuk menjadi sebuah kisah kehidupan, dan kolase
itu akan berubah bentuk seiring berjalannya waktu sesuai kehendakNya. Duh, kok
jadi puitis dan sedih gini.
Satu
bulan saya pikir akan terasa lama, namun mengapa waktu terasa begitu cepat?
Saya tidak dapat menyalahkan siapa pun. Saya hanya dapat berkata kelak Tuhan
berkenan, ia dapat menjadikan Rawakidang desa yang makmur dan sejahtera. Segi
ekonomi semakin berkembang pesat sehingga mata pencaharian masyarakat
bertamabah. Di bidang pendidikan semakin baik agar kelak anak-anak di
Rawakidang menjadi generasi yang unggul. Pemerataan pembangunan dan
infrastruktur sehingga mendukung segala aktivitas masyarakat. Pertanian dan
perkebunan semakin maju. Kehidupan sosial agamis, aman, dan mengedepankan
gotong royong. Budaya yang ada tetap lestari agar tetap menjadi ikon dan ciri
khas Rawakidang. Terlalu banyak harapan yang kelak Tuhan boleh berkenan pada
desa ini.
Selamat
tinggal Rawakidang, kelak semua hal yang ada di sini akan menjadi kenyataan-kenyataan
yang indah dan semanis kolak.
Komentar
Posting Komentar