Langsung ke konten utama

KKN SENADA 186 UIN Jakarta Desa Rawakidang


Kolase Sebuah Perjalanan Yang Tak Usang
(Adnan Toyib)


 (Foto oleh : Adnan Toyib)


Menyambut langkah nyata
                “Tik Tuk” Bunyi notifikasi Line, salah satu aplikasi jejaring sosial yang dominan dimainkan generasi milenial. Saat itu saya membuka grup jurusan KPI 2016, seperti biasa kalau sudah ada sesuatu pengumuman penting pasti satu angkatan pada heboh. Yup, ternyata inilah yang mungkin ditunggu oleh rata-rata mahasiswa/i semester 6 akhir, salah satunya adalah saya Adnan Toyib mahasiswa komunikasi, sudah tidak aktif berorganisasi karena berambisi untuk cepat wisuda.   Pengumuman tersebut adalah terkait pendaftaran keikutsertaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ternyata sudah bisa diisi. Menarik memang, karena setelah 3 tahun kuliah saya akan benar-benar merasakan bahwa ilmu yang saya dapatkan selama perkuliahan bisa saya tanamkan kepada masyarakat di desa tempat saya melaksanakan KKN nanti. Kalimat sebelumnya adalah salah satu dari sekian banyak alasan yang memotivasi saya bahwa tidak akan ada banyak pengaruh negatif yang dapat menghambat saya mengikuti program spesial dari Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, konon benar adanya mencakup 3 Sistem Kredit Semester (SKS) di jurusan saya. Rentetan waktu untuk menyambut langkah nyata, setiap saatnya selalu ada pengumuman terbaru dari PPM terkait KKN tahun 2019. Seiringan itu pula saya mulai mematangkan diri  bahwa tujuan saya mengikuti KKN bukan hanya sekedar persoalan akademik, apalagi menemukan cinta sejati, dan wisata bersama setelahnya. Persoalan lebih dalam lagi saya harus menjadi seorang mahasiswa yang kritis terhadap keadaan di sekitar lokasi KKN nanti.
                Jurusan komunikasi bisa apasih? Terlintas dalam benak pikiran dan tidak sulit bagi saya untuk menemukan kompetensi yang bisa disalurkan dari bidang ini. Melek terhadap isu atau gejala sosial yang terbaru itu harus banget, iya dong. Ngomong-ngomong soal yang barusan tersebut kayaknya bagus nih kalau mengadakan Seminar Literasi Media, bukan muncul secara tiba-tiba tapi sesungguhnya ide tersebut juga ada pengaruh dari dosen di jurusan yang berharap mahasiswa/i komunikasi harus bisa mengedukasi masyarakat terkait media. Pada akhirnya saya menemukan jati diri sebagai mahasiswa komunikasi yang memiliki kompetensi dalam bidang public speaking, multi media dan broadcasting, dan beberapa kompetensi lainnya. Lantas saya tidak mau membuang kesempatan untuk melaksanakannya, di lokasi KKN saya akan mengadakan program kerja yang berhubungan dengan media dan topik yang sedang naik daun dalam perbincangan publik, yaitu Seminar Literasi Media dengan tema “Peran Masyarakat Dalam Menangkal Isu Hoaks di Media”. Hal tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi saya dalam ragka menyambut langkah nyata. Langkah nyata sebagai mahasiswa komunikasi bukan hanya itu, banyak hal yang tidak kalah penting yang mungkin saya akan lakukan dari awal hingga akhir pelaksanaan KKN di antaranya mengajar anak-anak desa dalam menuntaskan pekerjaan rumah (PR), melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan diadakan sesuai kesepakatan kelompok, ikut serta dalam menyukseskan berbagai acara di desa setempat, dan sebagainya.
                Berbagai cara pandang setiap mahasiswa terkait KKN yang katanya bakal banyak drama-drama seru di tiap kelompoknya terutama terkait Cinta Lokasi (Cinlok), benarkah? Ah, saya berpandangan bahwa dari awal pelaksanaan akan banyak pengumuman penting terkait pelaksanaan lalu hingga pelaksanaan tiba saya akan sibuk untuk mempersiapkan diri baik fisik, mental, materi, dan sebagainya. Selain itu karena pelaksanaannya berkelompok maka saya juga harus siap dengan teman-teman kelompok, beberapa manusia keturunan Nabi Adam as dan Siti Hawa yang berbeda karakter yang mana saya harus menyesuaikan diri dan cepat berdaptasi dengan mereka. Di dalam kelompok pun pasti akan mendapatkan banyak tugas yang harus diemban sampai akhir pelaksanaan. Hingga tiba pelaksanaan semua akan berjalan secara beriringan, ada yang usai, sedang, dan akan dilakukan. Beberapa mahasiswa mungkin tidak menyukai banyak beban pekerjaan di KKN dan akan berpikir bahwa pelaksanaan KKN bagai memasuki gua sempit dengan tumpukan bebatuan. Tapi bagi saya, ini adalah sebuah tantangan agar dapat menjadi pribadi yang matang dalam menyelesaikan tugas dan akan ada banyak hal tak terduga yang bisa mendewasakan diri nantinya. Hingga tiba saat untuk menyelesaikan tugas selama satu bulan yang akan terjadi adalah seperti yang sedang saya lakukan sekarang ini, sibuk dengan laporan akhir, merangkai kata agar pas dan asyik untuk dibaca. Tentang laporan akhir sesungguhnya saya sudah dengar dari bisik-bisik kakak tingkat yang sudah seperti narasumber tak diundang cerita panjang lebar terkait KKN, akan tetapi merekalah ladang informasi terikhlas meski demikian kebanyakan dari mereka mengeluh soal laporan akhir yang tak kunjung usai. Seberat itukah laporan akhir? Kayaknya enggak deh.
                Menyambut langkah nyata, walaupun perjalanan ini akan dilakukan jauh dari keluarga tentu akan menimbulkan rasa kangen, terlebih saya bukan mahasiswa perantauan. Namun begitu dengan keinginan dan tekad kuat untuk mendapat nilai A di penilaian AIS, maksud saya untuk memberikan pengabdian terbaik pada masyarakat di lokasi KKN, langkah nyata ini harus di sambut. Dengan demikian semua hal terbaik akan berjalan secara beriringan. Sampai pada waktu dimana saya akan menceritakan pengalaman itu layaknya narasumber yang tak diundang. Apa iya? Kayaknya mau fokus skripsi dulu, cerita-ceritanya pas sudah lulus aja.

Lain keluarga lain cerita
            Kelompok KKN SENADA 186 terdiri dari manusia-manusia yang mulanya asing menjadi bising. Perbedaan karakter, keragaman suku, sampai sepertinya ada yang berasal dari dimensi lain. Dinamakan SENADA kepanjangan dari SEkelompok peNgabdi DesA digagas oleh salah satu teman bernama Robith. Kelompok saya terdiri dari 16 mahasiwa, pada awalnya 18 namun 2 orang berhasil mendapatkan KKN Bersama dan Internasional, ahh kenapa bukan saya. Meski demikian mereka adalah orang-orang yang patut diapresiasi kebisingannya, karena selain menghibur terkadang isi celotehan mereka bisa dijadikan referensi untuk bahan gurauan. Saya begitu senang sebulan bersama dengan mereka, bukan hanya jago dalam canda tapi juga mau diajak bekerjasama dengan baik, walaupun kadang rasa jenuh dari tiap individu ada akan tetapi hal tersebut tidak menghalangi dalam menyukseskan banyak program yang dibuat.
                Berbicara soal aset, dengan jumlah anggota yang cukup banyak tentu hal tersebut dapat menambah baik pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandang saya dalam segala hal. Beberapa teman saya sering menggunakan bahasa daerah mereka dalam merepresentasikan dirinya, kadang pula mereka tak canggung menggunakan bahasa daerah untuk memenuhi kebutuhan komunikasi interpersonalnya. Bahkan sangat beruntung jika ada teman yang mahir menggunakan bahasa sunda, karena saya mendapat lokasi KKN di Rawakidang penggunaan bahasa sunda sangat penting untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan masyarakat, apalagi dalam kebutuhan bertransaksi meskipun harga sandang, pangan, papan, dan paketan sama saja seperti di Ciputat.  Kelompok KKN SENADA 186 terdiri dari mahasiswa berbeda jurusan, dari perbedaan jurusan ini terkadang ada sesuatu yang dapat dibagikan. Saya pernah mendapati teman kelompok saya yang berasal dari jurusan kimia melakukan eksperimen yang belum pernah saya lakukan selama jadi mahasiswa komunikasi, ya iya lah. Selain itu pengetahuan keislaman dan teman-teman yang berakhlaqul karimah juga merupakan aset yang berharga karena adanya mereka bagaikan alarm keimanan bagi saya. Di awal tinggal satu atap bersama mereka saya layaknya hidup di pondok pesantren padahal saya tidak pernah merasakan hal serupa sebelumnya.
                Apakah bisa dikatakan keluarga jika saya tidak dapat menjabarkan sisi konyol dan menjengkelkan teman kelompok saya satu persatu yang saya berikan sebutan member. Beberapa member mungkin masih mengandung unsur logis untuk diceritakan, namun untuk beberapa member menceritakan mereka dengan nalar sungguh tidak tepat. Baiklah saya akan memulainya dari ketua-an, namanya Izhar Faqih dalam kesehariannya dia masih logis karena hidup seperti manusia pada umumnya. Faqih adalah ketua kelompok KKN SENADA 186 yang kelihatan apik, bertanggung jawab, dan lumayan rajin. Lelaki berbadan gembul ini bercita-cita menjadi seorang TNI oleh karena itu ia bertekad untuk melakukan diet ekstra pedas. Berikutnya adalah sekretaris 1 yang dijabat oleh wanita impian sejuta umat kehadirannya di Bumi dikarenakan selendangnya yang tertukar ketika mandi di sungai di Rawakidang. Dia adalah Bilqis Salsabila seorang mahasiswi bergenre kolosal yang menjadi bulan-bulanan forum diskusi julid KKN SENADA 186 meskipun demikian Bilqis adalah orang yang rela berkorban, rajin, dan aktif dalam kelompok. Lanjut saya akan menceritakan peserta lainnya yaitu Tiffani yang menangani bagian sekretaris 2, mulanya saya pikir dia adalah salah satu member SNSD namun lama kelamaan saya rasa dia adalah pemeran dalam film barat, kira-kira ada yang mau tau gak? Mau tau banget? Kamu bisa menghubungi narasumber di nomor 782826969. Salah satu member SENADA ini ialah wanita yang kerap begadang, namun hal tersebut tidak menjadi alasan yang membuatnya malas bangun pagi. Dalam kesehariannya ia tetap rajin, pandai masak, dan asyik diajak ngobrol mungkin karena dia tergabung dalam forum diskusi julid. Elma atau biasa dipanggil encih, mahasiswi keturunan betawi keras ini ialah bendahara yang cukup loyal untuk urusan keuangan. Sosok perempuan berparas oriental dan memiliki susunan acara ketika mandi membuat kehadirannya ditunggu-tunggu oleh member lain untuk segera menyelesaikan acara yang dilangsungkan di kamar mandi. Namun begitu Elma rajin dalam urusan kebersihan. Divisi Humas diemban oleh Robith pria Cilacap yang rajin dalam urusan ibadah. Ia memang aktif dalam kegiatan rohani Islam sebab itu ia berperawakan tenang. Robith ialah member yang normal untuk dibicarakan meski ia kerap disapa Aladdin karena peci yang dikenakannya. Jepriadi Harahap, dilihat dari nama belakangnya jelas sekali bahwa pria ini keturunan batak. Yup, apakah semua orang batak bersuara lantang? Pasalnya hal tersebut juga berlaku pada member berbodi limosin ini. Koordinator divisi acara yang hobi bangun siang ini suka menyanyi loh. Sisi lain darinya ialah asyik untuk diajak bercanda dan loyal terhadap makanan karena dia juga suka memakan makanan member lain terutama makanan milik kembarannya, Ibnu. Anggota divisi acara yang juga merupakan anggota forum diskusi julid SENADA 186 ialah Indra, kels adalah nama panggilan di kelompok. Jika baru mengenalnya mungkin akan berpandangan bahwa dia pria eksotis beriklim tropis , dia juga ternyata orang yang cukup kreatif. Anggota divisi acara satu ini mungkin terlihat keras dari member wanita lain tapi sesungguhnya ia lunak selunak hatinya yang sebenarnya gampang tersentuh, tapi kalo masalah cinta gak tau deh dia gampang bawa perasaan gak ya?. Endah adalah mahasiswi jurusan akuntansi yang tinggal di Pamulang, ia juga  merupakan member wanita yang mudah bersosialisasi khususnya dengan anak-anak. Nufus atau mpus begitu cara memanggilnya, dari daftar putar lagu-lagu yang ia miliki menunjukkan kalau dia mahasiswi sastra arab banget. Bayangkan selagi piket bersamanya dan dia menyetel musik, saya merasa seperti sedang memasak di Arab. Saatnya saya memperkenalkan member yang bertugas sebagai koordinator konsumsi, Indri namanya, perempuan yang akrab disapa Dems, ia cocok bermain lenong karena perawakannya mendukung sekali. Pada kesehariannya Indri orang yang asyik untuk diajak bergaul mungkin karena dia juga merupakan anggota forum diskusi julid SENADA 186. Anggota divisi konsumsi bernama Yuni Yuningsih, member wanita yang paling syar’i busananya, awalnya saya berpikir ia terlihat seperti pemeran film barat, apa ya? Hmm Coba pikirin dulu. Namun sebagaimana umumnya mahasiswi Dirasat Islamiyah Yuni memang rajin dalam hal beribadah, keberadaannya membuat selama awal KKN dan hidup satu atap, Yuni bagaikan alarm keimanan bagi saya. Oleh karena itu ia sering disebut sebagai umi kadang ukhti. Alifa perempuan bergingsul, cukup normal bagi saya untuk menjabarkan Alifa karena selain tidak banyak berbicara, setiap tingkah dari Alifa bisa dikatakan normal seperti manusia pada umumnya. Akan tetapi kayaknya dia menyembunyikan sesuatu terkhusus dalam hal tertawa, apa tuh?. Doyok adalah sapaan akrab dari Fajar Agustian Widasana, mahasiswa jurusan studi agama-agama ini sepertinya pendiri forum diskusi julid SENADA 186. Pria paling jangkung diantara member lain ini punya hobi main PES, Doyok ialah koordinator peralatan dan keamanan yang dapat diandalkan. Dilihat dari sisi positif karakternya, Doyok cocok menjadi jodoh dari bulan-bulanan gosipnya, siapa lagi kalau bukan Bilqis. Satu-satuya anggota divisi peralatan dan keamanan adalah Ibnu, mahasiswa jurusan kimia yang suka membaca buku tentang saham, sungguh aneh. Berkat senang membaca buku tentang saham, ia memiliki cita-cita menjadi seorang investor entah di perusahaan apapun itu. Ibnu memiliki kesamaan dengan Jepri yaitu hobi tidur perbedaanya Ibnu lebih giat bangun pagi. Terakhir adalah Tika anggota saya di divisi PDD, Tika memang pendiam di dalam kehidupan nyata, kalau sudah di hubungi melalui pesan singkat Tika adalah wanita yang asyik diajak berkomunikasi. Sepengawasan saya sebagai koordinator di PDD, Tika anggota yang cukup rajin dan mau belajar hal tersebut dikarenakan konsep dan hasil desain yang semakin berkembang. Saya berharap semoga Tika semakin mantap dalam bidang ini meski ia berkuliah di jurusan pendidikan kimia. Semangat Tika, jangan lupa untuk belajar memasak dan jadi wanita yang rajin ya!
                Bercerita mengenai kekompakan, ada satu kisah yang akan saya sampaikan yaitu ketika saya mengikuti turnamen bulutangkis bersama warga kampung pabuaran. Saya bermain ganda bersama Jepri, saat itu teman sekelompok yang hadir dan menonton pertandingan sangat kompak dan bersemangat menyokong walaupun pada akhirnya saya dan jepri kalah, tetapi berkat dukungan dari teman sekelompok saya mengerti tentang bagaimana rasanya didukung kompak meskipun saya memiliki kekurangan dalam menghadapi turnamen ini.

Simfoni di utara Tangerang
            Survey lagi survey lokasi terus, saya merasa jenuh jika harus mengendarai motor sejauh 52 KM dari rumah saya. Lokasi rumah saya yang berada di wilayah strategis utamanya menjadi alasan yang membuat saya betah dan malas meninggalkan rumah 1 bulan lamanya. Bising dan hiruk pikuk aktivitas di  ibu kota yang membuat saya terkadang bosan dan jenuh, ingin rasanya mengasingkan diri dari suasana tersebut. Apalagi saat survey pertama saya mendapatkan  suasana yang cukup nyaman di sana. Ketenangan, pepohonan nyiur berdesus beriringan dengan hijaunya hamparan padi bak simfoni di utara Tangerang.
                Sebulan di Rawakidang ternyata bukan menjadi suatu hal yang membosankan. Kondisi alam di sini cukup mendukung bagi saya untuk relaksasi selain menyukseskan kegiatan-kegiatan KKN. Sungai yang menjalar di antara pematang sawah dan jalan raya menjadi ciri yang melekat di Rawakidang. Soal kondisi lingkungan menurut saya di desa ini terbilang baik. Akses jalan mulus adalah suatu bagian yang saya apresiasi dari desa ini. Selain itu terdapat lapangan bulutangkis oleh karena itu saya senang dan betah di sini, hobi tersalurkan KKN tetap jalan. Bukan hanya bulutangkis, di desa ini juga terdapat lapangan voli dan tempat berolah raga lainnya. Beberapa warga juga sangat aktif dalam berolah raga. Di dekat lokasi kelompok saya tinggal khususnya di Kampung Pabuaran terdapat 1 masjid dan 1 mushola yang cukup layak sehingga warga setempat tidak perlu khawatir untuk beribadah. Warga bisa melaksanakan acara-acara kegamaan dengan kondisi sarana yang mendukung. Anak-anak juga dapat mengaji di 2 TPA terdekat yaitu Al-Aluf dan Al-Quro’. TPA ini biasa beroperasi mulai jam 2 siang dengan tenaga pengajar yang cukup mendukung. Di sini terdapat beberapa  warung sembako untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.
                Kondisi sosial di desa Rawakidang dapat dikatakan terkontrol dengan baik. Warga di sekitar lingkungan sangat ramah, beberapa dari mereka terkhusus ibu-ibu sering memberikan makanan ke tempat kelompok saya tinggal. Terutama ibu kang Fahmi, Ibu kost, dan nenek di samping rumah. Bapak-bapak yang asyik untuk diajak bersosialisasi. Beberapa dari mereka sangat aktif melakukan olah raga salah satunya Kang Akong begitu sebutannya. Bapak yang satu ini suka mengajak saya untuk bermain bulu tangkis. Pemuda di sini sangat menghibur karena banyolan yang suka dilontarkan memang lucu. Anak-anak sopan santun, ramah, dan aktif mengikuti pengajian. Hal tersebut terbukti saat KKN SENADA melaksanakan kegiatan Gebyar Islami mereka memiliki antusiasme yang tinggi, Saya pun pernah mendapatkan kado spesial dari seorang anak perempuan bernama Iis, isi dari kado tersebut adalah boneka dan gantungan kunci, unchh. Anak-anak sangat senang datang ke tempat tinggal, umumnya mereka meminta bantuan untuk mengerjakan PR atau sekedar bermain-main. Soal keamanan di Rawakidang terbilang aman, jadi saya tidak perlu khawatir masalah ini.
                Acara-acara yang kelompok saya lakukan berjalan lancar, rahasianya adalah kepedulian dari banyak aparatur desa yang mempermudah segala urusan selama pelaksanaan KKN. Ada pak Warta selaku PLT Kepala Desa yang siap dan rajin datang ke kantor. Ada pak Tajudin (Kepala Desa  beserta keluarga yang  baik dan ramah, terima kasih atas akses wifi dan lainnya. Kang Riki staff desa yang baik dan  mau bergaul dengan kelompok KKN SENADA. Berikutnya ialah 2 orang yang sungguh membuat saya dan teman-teman harus banyak berterima kasih, mereka adalah Kang Fahmi selaku sekretaris desa dan Kang Bustanus selaku staff desa. Tiada 2 sosok tersebut mungkin kegiatan baik yang besar ataupun yang kecil tidak berjalan lancar sedemikian. Bukan hanya banyak membantu soal perizinan, tapi mereka juga banyak membantu dari segi materi, waktu, bahkan tenaga. Mereka juga tidak membatasi hubungan, interaksi kelompok dengan mereka layaknya teman sepergaulan. Rawakidang memiliki staff desa sebaik mereka merupakan suatu nilai lebih.
                Kehangatan yang sangat saya rasakan ketika di sini adalah ketika menghadiri selametan menyambut Idul Adha dengan ciri khas Rawakidang. Setiap warga akan datang ke rumah-rumah dalam satu blok keluarga besar untuk saling bersila dan mengucapkan doa-doa. Setelahnya setiap warga yang hadir harus membawa makanan yang tersedia ke dalam besek. Sungguh ini merupakan budaya yang menghangatkan dan mempererat tali silaturahmi antar warga. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada budaya yang patut dilestarikan dan dijadikan contoh.



Kelak Tuhan berkenan
Apa yang kamu bayangkan ketika harus melepas rasa cinta kala hati sedang mekar dengan indahnya? Haruskah cinta ini hanya singgah dan menyisakan kerinduan?. Semua yang telah saya jalani  akan menjadi cerita dan kenangan, bayang-bayang, hal nyata yang menyemu segalanya telah menjadi takdir Tuhan. Terkadang saya suka berpikir bahwa hidup ini seperti sebuah kolase yang membentuk menjadi sebuah kisah kehidupan, dan kolase itu akan berubah bentuk seiring berjalannya waktu sesuai kehendakNya. Duh, kok jadi puitis dan sedih gini.
Satu bulan saya pikir akan terasa lama, namun mengapa waktu terasa begitu cepat? Saya tidak dapat menyalahkan siapa pun. Saya hanya dapat berkata kelak Tuhan berkenan, ia dapat menjadikan Rawakidang desa yang makmur dan sejahtera. Segi ekonomi semakin berkembang pesat sehingga mata pencaharian masyarakat bertamabah. Di bidang pendidikan semakin baik agar kelak anak-anak di Rawakidang menjadi generasi yang unggul. Pemerataan pembangunan dan infrastruktur sehingga mendukung segala aktivitas masyarakat. Pertanian dan perkebunan semakin maju. Kehidupan sosial agamis, aman, dan mengedepankan gotong royong. Budaya yang ada tetap lestari agar tetap menjadi ikon dan ciri khas Rawakidang. Terlalu banyak harapan yang kelak Tuhan boleh berkenan pada desa ini.
Selamat tinggal Rawakidang, kelak semua hal yang ada di sini akan menjadi kenyataan-kenyataan yang indah dan semanis kolak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Formula Frank Jefkins Dalam Pembuatan Press Release

Menjelaskan Siaran Pers Berdasarkan Teori Frank Jefkins Dalam siaran pers pada soal terdapat The seven points formula atau 7 unsur yang harus ditulis dalam sebuah press release. Teori ini dikemukakan oleh Frank Jefkins. Ketujuh unsur tersebut adalah SOLAADS (Subject, Organization, Location, Advantage, Application, Details, Source). a.        Subject dalam artian ide pokok yang terdapat dalam siaran pers pada soal adalah produk saus Pedas Mantap turut memeriahkan Berani Festival 2019.   b.       Organization (Organisasi). Dalam siaran pers pada soal, organisasi atau lembaga yang mengirim press release adalah PT. Danone selaku perusahaan yang memproduksi saus Pedas Mantap.   c.        Location. Terdapat beberapa lokasi yang dijelaskan spesifik pada siaran pers tersebut   yaitu Jakarta, Pondok Indah Mall, Booth pedas mantap dan pedas stage .     d.  ...

KAMPUS : Peringati Hari HAM Sedunia, Mahasiswa Berikan Tanggapan

Sumber : Instagram RISTEKDIKTI 10 Desember 1948, United Nations (UN) alias Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mendeklarasikan tanggal tersebut sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia atau  International Human Right Day . Minggu (10/12), tak sedikit masyarakat yang juga memperingati hari tersebut. Namun apakah pemaknaan Hari HAM Sedunia juga turut dirasakan oleh warga Rohingya Myanmar, Aleppo Syria, atau Gaza Palestina? Ini yang kemudian menjadi pertanyaan dari sejumlah mahasiswa. Sehingga tak sedikit pro-kontra yang ditimbulkan. Salah satunya adalah mahasiswa asal Universitas Multimedia Nusantara (UMN), bernama Gilar Febrizio. Menurutnya, pemaknaan Hari HAM Sedunia bukan sekadar dari lisan, melainkan juga aksi alias tindakan. “Menurut saya, 10 Desember hanya terlihat sebagai momentum peringatan bahwa di tanggal yang sama, tahun 1948 terjadi peristiwa deklarasi oleh PBB. Sudah, itu saja. Selebihnya, kita belum benar-benar merayakan hari tersebut. Namun hanya sekada...

NASIONAL : Pembangunan Mangkrak, Waduk Brigif Hanya Dipagari

Area sekitar Waduk Brigif Foto Oleh : Adnan Toyib Cipedak, Kamis (2/11/2017). Mangkraknya proyek pembangunan waduk Brigif yang sudah dicanangkan Pemprov DKI Jakarta era kepemimpinan Joko Widodo kini hanya menjadi kubangan semata . Proyek yang ditargetkan rampung pada tahun ini, membuat warga yang pemukimannya dikabarkan akan terkena gusuran merasa resah. Pasalnya hingga saat ini tiada kejelasan lagi dari Dinas Tata Air soal pembangunan proyek tersebut. Saat diwawancarai, Agung ketua RT 016 setempat memaparkan bahwa “pembangunan proyek tersebut telah lama berhenti. Alat-alat berat yang mulanya beroperasi pun kini sudah tidak ada ” . Agung menambahkan faktor dari mangkraknya pembangunan proyek ini adalah tidak sesuainya uang ganti rugi untuk pembebasan lahan yang diajukan oleh Dinas Tata Air. Faktor lainnya yaitu tidak adanya kepastian dari dinas soal kapan akan melanjutkan lagi pembangunan proyek tersebut . Agung menambahkan, “untuk persoalan kapan selesainya suda...