Langsung ke konten utama

FEATURE : Kehidupan Keluarga Aep dan Kebiasaan Meminum Teh

Aep sedang membawa potongan kayu dari kebun. Nampak anak-anak mengikuti di belakangnya.    Foto Oleh : Adnan Toyib









Purwakarta, Minggu (29/10/2017). Dibalik hijauhnya hamparan ladang, bagaikan selimut milik bukit-bukit yang berdiri kokoh, menemani dibaliknya Gunung Sunda. Dengan bentang alam tersebut, layak jika manusia memanfaatkan sumber daya yang ada. Aep (37) seorang warga desa Cibingbin, Purwakarta sudah 3 bulan kembali menyisiri ladang warga yang dititipkan padanya. Ladang ditanami bibit-bibit sawi, kacang buncis, mentimun, dan sayur mayur lainnya. Meskipun demikian, hal tersebut bukan berarti menunjukkan bahwa kehidupan Aep tidak terlepas dari kekurangan. Aep menyatakan bahwa hasil dari mengelola ladang hanya dapat memenuhi kebutuhan untuk makan yang seadanya, rata-rata penghasilan berkisar antara Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 Per-hari. Hal yang lebih memprihatinkan adalah ketika kualitas dan harga barang yang sedang turun. Pernah suatu ketika saat harga sawi hanya dibandrol Rp. 4.000 per-kilo oleh tengkulak membuat Aep harus berlapang dada menerima hasil jerih payahnya. Hidup dengan pendapatan yang kecil membuat Aep harus mencari pekerjaan sampingan. Terkadang jika kondisi alam tidak menyokongnya untuk turun ke ladang ia beralih menjadi kuli bangunan atau bekerja di pabrik.
Rumah Panggung dan Air Gunung
Dengan taraf hidup yang tergolong miskin menuntut Aep dan keluarga untuk bisa hidup dalam kesederhanaan. Ikon mencolok yang menunjukkan kesederhanaan hidupnya adalah fisik bangunan rumah yang terakit dari kayu sebagai lantai dan penyangga, serta bilik-bilik anyaman sebagai dinding yang tersusun rapih membentuk rumah panggung yang dihuni oleh satu keluarga tersebut. Aep mengatakan bentuk rumah seperti ini memang umum pada masyarakat setempat. selain sudah menjadi tradisi, faktor iklim dan geografis juga menjadi pemicu. seperti halnya udara yang begitu sejuk dan tekstur tanah yang tidak terlalu keras. Alasan lain memilih bangunan rumah panggung karena proses membangunnya yang praktis dan material yang lebih murah dibanding harus membangun dengan material seperti rumah permanen. Cucu (30) Istri Aep mengungkapkan bahwa rumah yang ditempati saat ini sudah berpuluh tahun lamanya, bahkan sudah mencapai generasi ke-empat. Akan tetapi rumah tersebut hanya beberapa kali saja mengalami kerusakan ringan akibat digerogoti rayap yang bersarang. Suatu hal beruntung bagi Aep dan keluarga adalah daerah tempat tinggal mereka yang sangat mudah menemukan sumber air bersih. Tidak perlu menggali tanah untuk mencari air di daerah perbukitan ini, selama ini untuk kebutuhan sehari-hari warga setempat mengandalkan air dari gunung yang disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah. Menurut pengakuan Aep, air yang mengalir dari gunung sunda tidak pernah surut, bahkan saat musim kemarau air terasa lebih dingin daripada saat musim hujan.
            Mendidik sang buah hati
Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan pendidikan yang layak pada anak. Ya, hal itu tidak terhapus dari daftar kewajiban Aep sebagai orang tua bagaimanapun kondisi ekonominya saat ini. Memiliki 2 orang anak yaitu Andri yang sudah di jenjang SMP dan Dani yang masih duduk di Sekolah Dasar menuntut Aep dan istri untuk berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya  di rumah. Meskipun hanya tamatan SD, Aep sangat senang bila sang anak mengajaknya belajar bersama. Dirinya mengakui bahwa tekadang cukup sulit untuk menyerap pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sang anak. Harapannya adalah sang anak bisa mendapatkan pendidikan yang baik daripadanya, kalau bisa sampai ke perguruan tinggi agar kelak di masa depan dapat membantu kedua orang tuanya.
            Kebiasaan Meminum Air Teh
Jika pada umumnya manusia harus mengkonsumsi 8 gelas air mineral dalam sehari, mode tersebut tidak berlaku pada kehidupan keluarga Aep. Dalam kesehariannya mereka lebih sering mengonsumsi air teh sebagai pengganti air mineral, intensitas mengonsumsi air mineral amat rendah. Cucu memaparkan bahwa mengonsumsi air teh tidak hanya berlaku oleh  keluarganya, tetapi hal itu sudah menjadi kebiasaan atau tradisi masyarakat setempat sebagai salah satu daerah penghasil komoditas daun teh. Ia menambahkan tidak ada masyarakat yang pernah mengeluh sakit karena lebih sering mengonsumsi air teh dibanding air mineral. Semua karena penyajian tehnya yang tidak menggunakan gula, alasan dasarnya yaitu meskipun tanpa gula, rasa teh tetap segar atau kualitas baik dari daun teh yang dihasilkan.

Dokumentasi lainnya : 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Formula Frank Jefkins Dalam Pembuatan Press Release

Menjelaskan Siaran Pers Berdasarkan Teori Frank Jefkins Dalam siaran pers pada soal terdapat The seven points formula atau 7 unsur yang harus ditulis dalam sebuah press release. Teori ini dikemukakan oleh Frank Jefkins. Ketujuh unsur tersebut adalah SOLAADS (Subject, Organization, Location, Advantage, Application, Details, Source). a.        Subject dalam artian ide pokok yang terdapat dalam siaran pers pada soal adalah produk saus Pedas Mantap turut memeriahkan Berani Festival 2019.   b.       Organization (Organisasi). Dalam siaran pers pada soal, organisasi atau lembaga yang mengirim press release adalah PT. Danone selaku perusahaan yang memproduksi saus Pedas Mantap.   c.        Location. Terdapat beberapa lokasi yang dijelaskan spesifik pada siaran pers tersebut   yaitu Jakarta, Pondok Indah Mall, Booth pedas mantap dan pedas stage .     d.  ...

KAMPUS : Peringati Hari HAM Sedunia, Mahasiswa Berikan Tanggapan

Sumber : Instagram RISTEKDIKTI 10 Desember 1948, United Nations (UN) alias Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mendeklarasikan tanggal tersebut sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia atau  International Human Right Day . Minggu (10/12), tak sedikit masyarakat yang juga memperingati hari tersebut. Namun apakah pemaknaan Hari HAM Sedunia juga turut dirasakan oleh warga Rohingya Myanmar, Aleppo Syria, atau Gaza Palestina? Ini yang kemudian menjadi pertanyaan dari sejumlah mahasiswa. Sehingga tak sedikit pro-kontra yang ditimbulkan. Salah satunya adalah mahasiswa asal Universitas Multimedia Nusantara (UMN), bernama Gilar Febrizio. Menurutnya, pemaknaan Hari HAM Sedunia bukan sekadar dari lisan, melainkan juga aksi alias tindakan. “Menurut saya, 10 Desember hanya terlihat sebagai momentum peringatan bahwa di tanggal yang sama, tahun 1948 terjadi peristiwa deklarasi oleh PBB. Sudah, itu saja. Selebihnya, kita belum benar-benar merayakan hari tersebut. Namun hanya sekada...

NASIONAL : Pembangunan Mangkrak, Waduk Brigif Hanya Dipagari

Area sekitar Waduk Brigif Foto Oleh : Adnan Toyib Cipedak, Kamis (2/11/2017). Mangkraknya proyek pembangunan waduk Brigif yang sudah dicanangkan Pemprov DKI Jakarta era kepemimpinan Joko Widodo kini hanya menjadi kubangan semata . Proyek yang ditargetkan rampung pada tahun ini, membuat warga yang pemukimannya dikabarkan akan terkena gusuran merasa resah. Pasalnya hingga saat ini tiada kejelasan lagi dari Dinas Tata Air soal pembangunan proyek tersebut. Saat diwawancarai, Agung ketua RT 016 setempat memaparkan bahwa “pembangunan proyek tersebut telah lama berhenti. Alat-alat berat yang mulanya beroperasi pun kini sudah tidak ada ” . Agung menambahkan faktor dari mangkraknya pembangunan proyek ini adalah tidak sesuainya uang ganti rugi untuk pembebasan lahan yang diajukan oleh Dinas Tata Air. Faktor lainnya yaitu tidak adanya kepastian dari dinas soal kapan akan melanjutkan lagi pembangunan proyek tersebut . Agung menambahkan, “untuk persoalan kapan selesainya suda...